Kepala KUA Sambas Ikuti Rakernas

Sambas (Kemenag Sambas) Diikuti Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi melalui Link zoom Meeting ID:81025666842, Passcode: 276492 secara Virtual Meeting:https://us02web.zoom.us/j/81025666842 pwd=HthC2yRdOH1a265hkHOzLv7m02lPaK.1, Kegiatan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Kementerian Agama pada hari Jum'at 15/11/2024 pukul 15.30 diaula PLHUT Kemenag Sambas bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, para Kasi dan Penyelenggara, Kepala KUA, dan Kepala Madrasah.

Prosesi Upacara Pembukaan dihalaman terbuka (Outdoor), di Bogor, Jawa Barat dengan Inspektur Upacara Menteri Agama, Perwira Upacara Sekretaris Jenderal, Komandan upacara Ses Ditjen PHU, Komandan barisan para eselon 1, MC Kakanwil Lampung, Upacara diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Pancasila, Pembacaan Pembukaan UUD 1945, Pembacaan tata tertib, Do’a, Laporan Penyelenggara Rakernas Kementerian Agama, Arahan Inspektur Upacara (Menteri Agama)
“Mempersiapkan Umat Masa Depan: Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan Masa Depan”

Dalam amanatnya Menag menuturkan, Rakernas digelar untuk bertukar wawasan dan solusi terhadap berbagai layanan keagamaan di Indonesia. Sebagai instansi vertikal yang memiliki satuan kerja hingga tingkat kecamatan, maka penyamaan langkah menjadi hal penting bagi Kementerian Agama. "Rakernas ini untuk menyamakan sekaligus untuk mempertajam visi Kementerian Agama ke depan," untuk itu harus serius melaksanakan Rakernas. "Mari peras otak kita, saling bertukar wawasan dan menyatukan langkah. Berikan solusi terbaik untuk umat,". Ia juga menekankam komitmennya untuk melaksanakan hal-hal yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo, yaitu pembersihan organisasi dari berbagai penyimpangan serta pelaksanaan birokrasi yang efisien dan efektif. "Mari bersama kita menjadikan Kemenag semakin baik. Sampaikan berbagai permasalaham yang ada, kita cari pemecahannya" tegasnya.

Dikatakan tantangan ke depan, yaitu menjadikan agama sebagai faktor independen. Dengan begitu, tokoh agama bisa menjalankan fungsi kritis. "Pemimpin agama bukan subordinasi dari pemerintah. Kita arahkan menjalankan fungsinya agar bisa berkontribusi dalam fungsi kritis. Sehingga, agama dan negara bisa berjalan seiring, saling menguatkan satu dengan lainnya," ujar Menag. "Agama jangan menjadi faktor dependen atau terbelunggu. Agama terlalu banyak dipakai sebagai stempel politik. Tugas Kemenag hadirkan situasi keagamaan yang independen," sambungnya.

Menag menegaskan ini adalah lembaran baru, oleh karena itu meminta jajarannya menjadikan Rakernas sebagai momentum membuka lembaran baru, seraya mengingatkan bahwa Kemenag laksana kertas putih bersih yang gampang terlihat jika ada noda. "Mulai hari ini, buka starting point baru. Hari ini kita seperti kertas bersih. Tidak ada noda hitam. Jangan ada yang mencoreng Kementerian Agama," pesannya. Ke depan, Menag minta jajarannya untuk fokus pada penyelesaian masalah. Menag yakin jajarannya sudah paham dengan problem dan tantangan ke depan. Sehingga waktunya fokus pada penyelesaian. "Saya yakin Bapak/Ibu lebih tahu menyelesaikan persoalan satuan kerja masing-masing. Segera selesaikan," ujar Menag. "24 jam HP kami tidak mati. Saya dan Wamen insya Allah mewakafkan diri untuk Kemenag dan menganggap ini jihad untuk kita semua," lanjutnya.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, berharap terkait pentingnya efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran. Menag minta anggaran perjalanan dinas untuk dibatasi, terutama perjalanan luar negeri. "Untuk apa kita terbang hanya untuk pergi dan tidak ada hasilnya. Seminar bisa digelar dengan zoom," sebutnya "Perjalanan dinas tidak perlu bawa rombongan. Itu bukan zamannya lagi. Anggaran Kemenag bisa digunakan untuk bantuan kaum fakir dan duafa," tuturnya.

Dilanjutkan Ceramah umum oleh M. Quraish Shihab membahas "integritas ilmu" sebagaimana kitab ihya Ulumuddin Imam Ghazali ada 4 manusia diantaranya: 1.Orang yang mengerti ilmu, ia pun mengerti bahwa dia adalah orang yang mengerti, 2.Orang yang mengerti tapi dia tidak mengerti bahwa pribadinya adalah orang mengerti, 3.Orang yang belum mengerti, tapi dia mengerti bahwa dirinya adalah orang yang belum mengerti, 4.Orang yang belum mengerti tapi ia tidak mengerti bahwa dirinya adalah  orang yang tidak mengerti, meraih ilmu untuk kemaslahatan dunia dan akhirat, ilmu yang bernafaskan Islam dan sekularisme, perbedaannya ada di estimologi, sekuler semata-mata berdasarkan akal tidak berdasarkan hati, (ilmu agama, agama dan keberagamaan), mata, telinga dan hati harus digunakan untuk mendapatkan ilmu. apa itu sebab..?  menurut imam Ghozali sesuatu yang terjadi bersamaan, kesimpulan perlu mempelajari ilmu baru mengambil langkah-langkah.(AHD)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kepala KUA Sambas Ikuti Rakernas "

Posting Komentar

Rapat Persiapan Pelantikan IPHI Kabupaten Sambas

Sambas (Kemenag Kalbar)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Teluk Keramat H. Ahadi, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris, mengikuti ke...