Pentingnya Sertifikasi Guna Meningkatkan Profesionalitas Pelayanan Haji

Sambas (Kemenag Sambas) Undang-undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memberi mandat kepada Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sertifikasi petugas dan pembimbing ibadah haji.“Proses sertifikasi diharapkan dapat menghasilkan para petugas dan pembimbing haji yang profesional dan terstandar, hal ini diikuti Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi satu dari 107 peserta dari berbagai pulau yang ada di Indonesia pada hari Senin 02/12/2024 di Asrama haji transit Yogyakarta.

Pengelolaan konflik jama'ah haji dan umrah disampaikan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. Resolusi konflik adalah proses untuk menyelesaikan perbedaan atau perselisihan antara dua atau lebih pihak dengan cara damai. Resolusi konflik penting untuk mempertahankan hubungan yang harmonis dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Resolusi konflik dapat dilakukan dengan beberapa metode, di antaranya: Penyelesaian oleh pihak yang terlibat, bersengketa berkomunikasi secara terbuka untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Intervensi pihak ketiga, seperti mediator atau fasilitator, membantu memediasi konflik dan mengarahkan proses resolusi. Penyelesaian pengadilan salah satu atau kedua pihak yang terlibat menyerahkan solusi konfliknya kepada pengadilan perdata. Penyelesaian administrasi manajemen atau tim yang ditunjuk menangani konflik internal dalam organisasi. Resolusi konflik memerlukan keterampilan dan penilaian untuk bernegosiasi, kompromi, dan mengembangkan rasa keadilan. Selain itu, dibutuhkan rasa empati yang besar agar dapat mengerti apa yang sedang dilalui oleh orang lain. Al-Hujurat ayat 10: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat". An-nisa 114 artinya: "Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar".

Manajemen pembimbingan haji dan umroh oleh Noor Hamid manajemen dakwah fakultas dakwah dan komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengatakan menurut George R. Terry, fungsi manajemen adalah serangkaian proses yang terdiri dari: Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), Pelaksanaan (actuating), Pengawasan (controlling). Fungsi-fungsi tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Data waiting list Haji berdasarkan tabel yang diakses melalui siskohat 30 November 2024 jumlah daftar tunggu jamaah haji 190.897 orang keberangkatan 11 tahun Maluku Barat Daya, 39 tahun Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Perseorangan yang memiliki sertifikat boleh membimbing sampai Arab Saudi minimal memiliki 135 orang jamaah bekerja sama dengan KBIHU. 

Ditambahkannya Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai, bagaimana, kapan, dan oleh siapa. Perencanaan juga dapat diartikan sebagai proses untuk menyiapkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu
Organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu secara formal. Kata organisasi berasal dari bahasa Yunani, organon, yang berarti alat.

Materi Dr. H. Andy Dermawan Character Building suatu ikhtiar dalam menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik atau berakhlak karimah meningkatkan kepedulian, memahami, memperhatikan pada pembimbing Haji sehingga mereka menjadi panutan dan teladan bagi jamaah haji yang dipimpinnya. Tujuan membangun karakter meningkatkan kualitas pembimbing manasik haji teladan, profesional dalam menjalankan tugas sebagai pembimbing manasik haji, membangun kepercayaan pada pembimbing manasik haji dan meningkatkan kesadaran spiritual pembimbingnya manasik haji. Tujuan membimbing itu membentuk jamaah dari ketergantungan menjadi jamaah yang mendirikan. Karakter pembimbing yang dibangun taqwa kepada Allah SWT, sabar dan tawakal, empati dan Simpati, jujur dan amanah, pengalaman, kepedulian dan siap membantu.

Materi Bahasa Arab oleh Muhajir membahas bahasa Arab dibagi dalam tiga klasifikasi bahasa ushah, bahasa Amiyah (Umum), bahasa ummal (pekerja). Apa pentingnya bahasa Arab bagi pembimbing..? jawabannya siapa yang mengerti bahasa maka akan selamat dari kejahatan, jawaban kedua ketiga tema, bahasa adalah sarana penyempurna dalam memberikan pelayanan sebagai pemimpin ibadah haji.(AHD)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pentingnya Sertifikasi Guna Meningkatkan Profesionalitas Pelayanan Haji "

Posting Komentar

Rapat Persiapan Pelantikan IPHI Kabupaten Sambas

Sambas (Kemenag Kalbar)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Teluk Keramat H. Ahadi, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris, mengikuti ke...