Bimbingan Perkawinan: Cintaku Seabadi Wakafku

 


Sambas Kemenag --- Samimah S.Tr.Keb bidan koordinator Puskesmas Sambas, mengungkapkan banyak hal yang harus dipersiapkan oleh para calon pengantin ketika hendak melangsungkan pernikahan. Bukan hanya soal finansial, calon pengantin juga perlu memperhatikan masalah kesehatan fisik dan mental sebelum menikah. Dalam rangka mempersiapkan kesehatan sebelum menikah, para calon pengantin hendaknya perlu menjalani beberapa prosedur pemeriksaan, seperti Pemeriksaan tanda-tanda vital, yakni suhu, nadi, frekuensi napas, dan tekanan darah Pemeriksaan status gizi, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, tanda-tanda anemia.

Bimbingan Perkawinan Pranikah Nikah bagi calon pengantin digelar hari Senin 27/05/2024 pukul 08.00 Wiba di aula Balai Nikah dan manasik haji KUA Kecamatan Sambas, diikuti 34 orang membahas “Pemeriksaan darah rutin, yakni Hb, golongan darah, dan rhesus. Pemeriksaan urine rutin Pemeriksaan lain atas indikasi, seperti gula darah, penyakit menuar seksual (PMS), HIV, malaria, thalassemia, hepatitis B, Torch (toksoplasmosis, rubella, citomegalovirus, herpes), dan lain sebagainya juga perlu diperhatikan".

Selain itu status gizi calon pengantin wanita perlu diketahui salah satunya untuk persiapan kehamilan. Status gizi dapat ditentukan dengan pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Untuk calon pengantin wanita, ditambah dengan pengukuran lingkar lengan atas. IMT merupakan proporsi standar berat badan (BB) terhadap tinggi badan (TB), dipaparkan Denni Citra, S.Gz (petugas gizi), 

Anggie fhentiya (FTR) BSI, menjelaskan diera digital sekarang ini, banyak inovasi untuk transaksi pembayaran diluncurkan. Salah satu inovasi pembayaran yang sedang marak di masyarakat Indonesia adalah lewat QRIS. QRIS menjadi alternatif pembayaran karena mengusung satu QR Code untuk seluruh pembayaran. Apalagi semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran baik bank maupun nonbank telah memberlakukan QRIS. Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha, kamu perlu paham cara bayar lewat QRIS agar transaksi pembayaran pelanggan berhasil, baik pembayaran billing nikah maupun wakaf tunai calon pengantin imbuhnya.

Calon pengantin perempuan, terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah yang meliputi beberapa indikator pemeriksaan, yakni pemeriksaan lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan, pemeriksaan hemoglobin (HB) untuk mengetahui adanya anemia atau tidak. Jika hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan hasil di bawah indikator maka calon pengantin perempuan harus melaporkan ke Puskesmas atau layanan kesehatan ibu dan anak guna mendapat treatmen, ungkap Penyuluh KB Dewi Syalvita, A.Md

Dalam materinya Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi menyampaikan wakaf tunai calon pengantin dengan tagline "cintaku seabadi wakafku" sebagaimana QS Al An’am: 160 artinya “Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).” Adapun tujuan program ini adalah untuk membudayakan kebiasaan berwakaf pada masyarakat. Kemudian meningkatkan  capaian dana wakaf sebagai instrument keuangan sosial dalam Islam untuk ketahanan keluarga.(AHD)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bimbingan Perkawinan: Cintaku Seabadi Wakafku "

Posting Komentar

Rapat Persiapan Pelantikan IPHI Kabupaten Sambas

Sambas (Kemenag Kalbar)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Teluk Keramat H. Ahadi, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris, mengikuti ke...