Safari Ramadhan Kemenag Sambas: Pentingnya Istighfar



Sambas Kemenag --- Safari Ramadhan 1445 H  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas di Desa Semangau Masjid Darul Falah yang diketuai Kepala Subbag TU sebagai Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas H. Husban, S.Pd.I, M.Pd didampingi Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala Seksi PHU Drs. H. Herlan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Ilham Taher, M.Ag serta Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi, S.Sos bertindak sebagai Imam Isya dan Tarawih pada malam 15 Ramadhan 1445 H bersamaan hari Senin 25/03/2024 M pukul 17.30 Sampai selesai, disambut Sekretaris Desa Semangau Hambali, S.Pd.I

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas Riduan, MA Hadits Rasulullah perintah ibadah yang dicintai Allah yaitu puasa, Dari Sahal bin Saad RA: Bahwa Rasulullah SAW., bersabda: “Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (HR Muslim). Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka."

Diuraikan pula Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. [HR Bukhari, no. 8].

Kasi Bimas Islam Riduan menceritakan riwayat mengutip buku Solusi Masalah dengan Qur'an oleh Yana Adam, Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang ulama besar pendiri Mazhab Hanbali atau murid dari Imam Syafi'i. Di masa akhir hidupnya, beliau bercerita: "Suatu ketika (saat saya sudah tua), saya tidak tahu kenapa ingin sekali menuju ke Basrah, salah satu kota di Irak." Padahal Imam Ahmad tidak memiliki janji dengan siapapun atau memiliki suatu hajat. Beliau akhirnya tetap berangkat menuju Bashrah. Imam Ahmad bercerita, "Setibanya di sana saat Isya', saya ikut berjamaah shalat Isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin beristirahat."

Lanjut kisah tersebut Iman Ahmad kemudian ingin tidur di masjid untuk beristirahat selepas semua jemaah pergi meninggalkan masjid. Namun, tiba-tiba marbot masjid menghampirinya dan bertanya, "Syekh, mau apa disini?" Marbot tersebut tidak mengetahui bahwa beliau adalah Imam Ahmad, seorang ulama ahli fiqih dan hadits. Imam Ahmad pun menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir." Marbot masjid kemudian melarangnya untuk tidur di masjid, Imam Ahmad bahkan didorong olehnya dan dikuncilah pintu masjid tersebut. Kemudian beliau bermaksud untuk tidur di teras masjid, tetapi marbot masjid juga memarahinya.

Marbot masjid itu berkata kepada Imam Ahmad, "Di dalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak boleh." Imam Ahmad mengatakan, marbot masjid tersebut bahkan mendorongnya sampai jalanan, ternyata samping masjid tersebut, ada sebuah toko roti yang merupakan sebuah rumah kecil sekaligus digunakan untuk berdagang roti. Penjual roti tersebut sedang membuat adonan roti sambil melihat kejadian itu. Kemudian si penjual roti memanggil Imam Ahmad dan berkata, "Mari syekh, Anda boleh menginap di tempat saya, walau tempat saya kecil." Imam Ahmad kemudian masuk ke rumah penjual roti tersebut dan duduk di belakang penjual roti dan tidak memperkenalkan dirinya. Penjual roti ini tidak berbicara ketika tidak ditanyai oleh beliau. Ia terlihat selalu membuat adonan roti sambal melafalkan istigfar. Saat meletakkan garam, memecahkan telur, dan mencampur gandum, penjual roti ini selalu beristigfar.

Imam Ahmad bertanya kepada penjual roti, "Sudah berapa lama kamu lakukan ini?" Kemudian dijawab, "Sudah lama sekali, Syekh, saya menjual roti sudah tiga puluh tahun, semenjak itulah saya lakukan." Imam Ahmad bertanya lagi, "Apa hasil dari perbuatanmu ini?" Penjual roti kemudian menjelaskan, "(Lantaran wasilah istigfar), tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta Allah langsung terima, semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan."

Imam Ahmad pun menanyakan terkait apa doa yang belum dikabulkan itu. Kata penjual roti tersebut, "Saya meminta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad." Seketika, Imam Ahmad kemudian mengucap takbir setelah mendengar pengakuan sang penjual roti. Ia berkata: "Allahu Akbar! Allah telah mendatangkan saya jauh dari Baghdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong oleh marbot masjid sampai ke jalanan, ternyata karena istighfar dan doamu." Penjual roti tersebut terkejut seketika lalu memuji Allah, dan ia langsung memeluk dan mencium tangan imam Ahmad ketika itu.

Kisah ini menjadi hikmah bahwa istighfar akan membawa kelapangan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Seperti dalam sebuah riwayat: Artinya: "Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir- dan sebagian ulama mendhoifkan hadits ini.), maka kisah Imam Ahmad dan Istighfar penjual roti, kisah tersebut memberikan hikmah tersendiri untuk kita semua mengenai keutamaan dan pentingnya beristigfar.(AHD)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Safari Ramadhan Kemenag Sambas: Pentingnya Istighfar "

Posting Komentar

Rapat Persiapan Pelantikan IPHI Kabupaten Sambas

Sambas (Kemenag Kalbar)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Teluk Keramat H. Ahadi, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris, mengikuti ke...