Menjalin Silaturahmi Menggapai Ridho Illahi

 


Sambas Kemenag --- Ifthar Ramadhan "Menjalin Silaturahmi Menggapai Ridho Illahi" Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas buka puasa bersama dan pembagian tali asih dari Dharma Wanita kepada pegawai honorer pada hari Jum'at 15/03/2024 pukul 17.00 Wiba diikuti Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi bersama Kepala Subbag TU, Kepala Seksi/Penyelenggara, Kepala Madrasah, Pengawas, Kepala KUA se-Kabupaten Sambas serta anggota Dharma Wanita di aula PLHUT Kemenag Sambas. 

Kepala Kantor H. Mahmud, S.Ag dalam arahan dan sambutannya mengajak untuk mengikuti aktivitas dan mensukseskan kegiatan safari Ramadan 1445 H, baik yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Pemerintah Daerah Kab. Sambas maupun oleh Gubernur dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, beliau juga menuturkan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa serta permohonan maaf seraya berharap agar puasa kita diterima Allah SWT.

Kuliah tujuh menit menjelang berbuka puasa dengan tema "Faedah kita berpuasa", oleh H. Tutur Hidayat, S.Pd.I, M.Pd menjelaskan panggilan berpuasa hanya bagi orang yang beriman sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah 183, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin membagi tiga tipe orang yang berpuasa yaitu puasa awam, puasa level pertama disebut sebagai shaumul umum atau puasanya orang awam. Level puasa ini adalah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang atau sudah menjadi kebiasaan umum,biasa-biasa saja, atau mungkin kalau di-scoring nilanya baru good, belum very good apalagi exellent, praktik puasa yang dilakukan di level ini sebatas menahan haus dan lapar serta hal-hal lain yang membatalkan puasa secara syariat.

Diungkapkan pula Kedua disebut sebagai shaumul khushus atau puasanya orang-orang spesial. Level nilainya very good. Mereka berpuasa lebih dari sekadar untuk menahan haus, lapar dan hal-hal yang membatalkan. Tapi mereka juga berpuasa untuk menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan segala anggota badannya dari perbuatan dosa dan maksiat. Mulutnya bukan saja menahan diri dari mengunyah, tapi juga menahan diri dari menggunjing, bergosip, apalagi memfitnah. Kalau zaman sekarang, mungkin termasuk juga menahan jari-jarinya agar tidak menyebarkan berita-berita bohong atau hoax, imbuhnya.

Lebih jauh dibahas H Tutur Hidayat, S.Pd.I, M.Pd level ketiga yang paling tinggi menurut klasifikasi Imam Al-Ghazali, disebut shaumul khushusil khushus. Inilah praktik puasanya orang-orang istimewa,mereka tidak saja menahan diri dari maksiat, tapi juga menahan hatinya dari keraguan akan hal-hal keakhiratan. Menahan pikirannya dari masalah duniawi, serta menjaga diri dari berpikir kepada selain Allah. Standar batalnya puasa bagi mereka sangat tinggi, yaitu apabila terbersit di dalam hati dan pikirannya tentang selain Allah, seperti cenderung memikirkan harta dan kekayaan dunia. Bahkan, menurut kelompok ketiga ini puasa dapat terkurangi nilainya dan bahkan dianggap batal apabila di dalam hati tersirat keraguan, meski sedikit saja, atas kekuasaan Allah. Puasa kategori level ketiga ini adalah puasanya para nabi, shiddiqin dan muqarrabin, sementara di level kedua adalah puasanya orang-orang shalih.(AHD)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjalin Silaturahmi Menggapai Ridho Illahi"

Posting Komentar

Rapat Persiapan Pelantikan IPHI Kabupaten Sambas

Sambas (Kemenag Kalbar)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Teluk Keramat H. Ahadi, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris, mengikuti ke...