Tausiyah Ahadi: Tiga Cara Mensyukuri Nikmat
Sambas (Kemenag Sambas)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas berdasarkan surat Nomor: B-1848/O.1.17/Cum.1/07/2025, 21 Juli 2025, berikan ceramah dalam kegiatan Syukuran Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 Tahun 2025 di Kejaksaan Negeri Sambas, mewakili Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sambas.
Syukuran Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-65 Tahun 2025 pada Kejaksaan Negeri Sambas secara sederhana, dengan melibatkan aparatur kejaksaan dan mitra baik dari Pemda maupun TNI/Polri, menggelar Ceramah dan Doa Bersama pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 pukul 09.30 yang bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Sambas.
Dengan mengusung tema "Akselerasi Kejaksaan untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas, menjadi penyemangat bagi seluruh peserta pada giat dimaksud", ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Sambas Daniel De Rozari, S.H., M.H.Li Jaksa Madya.
“Kegiatan yang dilakukan Hari Bhakti Adhyaksa setiap 22 Juli sejarah berpisahnya dengan kementerian HAM, juga untuk mempererat tali silatuhrami dan sinergitas bersama, tidak hanya dalam segi penegakan hukum tapi juga tausiyah Agama siraman rohani, kita bisa dapat bersama-sama, melayani bukan dilayani", imbuh Kajari Sambas.
Dalam tausiyahnya Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi membahas konsep "syukur dalam Islam merupakan sikap mental dan spiritual yang penting, yaitu mengakui dan berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan Allah, baik yang terlihat maupun tersembunyi", pungkasnya.
Dikatakan Ahadi "syukur bukan hanya sekedar ucapan, tetapi juga manifestasi dari ketaatan dan pengakuan terhadap Allah sebagai Pemberi nikmat, mengakui bahwa semua nikmat yang kita terima berasal dari Allah SWT, baik itu berupa kesehatan, rezeki, keluarga, iman, dan lain sebagainya".
Selain itu imbuh Ahadi "syukur juga berarti mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan, tercermin dalam tindakan dan perilaku sehari-hari yang sesuai dengan ajaran Islam".
"Kunci Kebahagiaan, seseorang akan merasa lebih tenang, bahagia, dan puas dengan kehidupannya, serta terhindar dari sifat kufur (tidak mensyukuri nikmat)".
Dipaparkan Ahadi, menurut tafsir Ibnu Katsir "tiga cara mensyukuri nikmat dengan hati, merasa puas dan ridha dengan apa yang telah diberikan Allah, dengan lisan, mengucapkan syukur dan memuji Allah atas nikmat-nikmat-Nya, kemudian dengan perbuatan, menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat, serta menjauhi perbuatan maksiat".(AHD)
0 Response to "Tausiyah Ahadi: Tiga Cara Mensyukuri Nikmat"
Posting Komentar