Dua Momentum Hari Raya Membentuk Kesalehan Sosial
Sambas (Kemenag Sambas)---Khutbah dan Imam di Jum'at Masjid Istiqomah Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi disambut Ketua M. Musawari dan Sekretaris Ekky Ikhwantara, tgl. 13/06/2025 M bertepatan 16 Zulhijjah 1446 H, pukul 11.46 Wiba, dengan judul "Dua Momentum Hari Raya Membentuk Kesalehan Sosial"
Diuraikan Ahadi "kesalehan sosial berarti mengembangkan kepedulian dan tindakan positif yang berdampak pada masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya diri sendiri. Kesalehan sosial mencakup berbagai tindakan seperti berbagi, membantu sesama, menjaga keadilan, dan berani membela kebenaran".
Dijelaskannya Ahadi "bentuk kesalehan yang tidak hanya terbatas pada ibadah pribadi (seperti sholat, puasa, atau haji), tetapi juga mencakup tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain", tukasnya.
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka." (QS At-Taubah: 103).
Al-Baqarah: 177, Ayat ini menekankan bahwa kesalehan tidak hanya terletak pada ibadah ritual, tetapi juga pada kebaikan sosial, termasuk memberi kepada yang membutuhkan.
Al-Hajj 37 "Bukanlah daging-daging mereka dan darahnya yang sampai kepada-Mu, tetapi ketakwaanlah dari kalian yang sampai kepada-Mu." Ayat ini menjelaskan bahwa yang diterima Allah adalah ketakwaan atau kesalehan hati, dan ibadah qurban dapat menjadi manifestasi dari ketakwaan tersebut.
"Pembagian daging kurban dapat membantu meningkatkan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu", kata Ahadi.
Membangun kesalehan sosial dalam bermasyarakat Islam modern membutuhkan beberapa hal, paparnya "saling menyayangi, menghindari perbuatan yang merusak persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang harmonis. Beramal soleh, melakukan tindakan kebaikan yang bermanfaat bagi masyarakat".
Diungkapkannya "saling menghormati, menghindari perbuatan yang merusak kerukunan dan menciptakan suasana yang nyaman bagi semua orang. Berlaku adil, menegakkan keadilan dan tidak memihak salah", tegas Ahadi.
Menjaga persaudaraan, kata Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi "mempererat hubungan baik antar sesama, berani membela kebenaran, bertindak tegas dan berani untuk menegakkan kebenaran".
Ahadi tutup khutbah "kesalehan sosial juga bisa lahir dari kesadaran untuk berbuat baik dan peduli terhadap sesama, seperti membantu orang yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial lainnya", imbuhnya.(AHD)
0 Response to "Dua Momentum Hari Raya Membentuk Kesalehan Sosial"
Posting Komentar