Kepala KUA Sambas Ikuti Dialog Internal Umat Beragama

Sambas (Kemenag Sambas)---Kapala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi ikuti Dialog Internal Umat Beragama dengan tema “Peran Ulama/Tokoh Agama dalam Merawat Kerukunan dan Menjawab Tantangan Zaman”, yang diselenggarakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas pada Hari Selasa, 6 Mei 2025 pukul 08.00 Wiba di Aula Kemenag Sambas.

Acara di ikuti Kepala KUA se-Kabupaten Sambas, Ketua MUI Kabupaten Sambas, Ketua ICMI Kabupaten Sambas, Ketua PD IPARI Kabupaten Sambas, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Sambas, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Sambas, Ketua IKADI Kabupaten Sambas, Ketua Salimah Kabupaten Sambas, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sambas, Ketua PD Aisiyah Kabupaten Sambas, Ketua Pengurus Masjid Agung Babul Jannah, Ketua Pengurus Masjid Jami’ Keraton Sambas, Ketua Parmusi Kabupaten Sambas, Ketua DDII Kabupaten Sambas.

Dijelaskan "dialog intern umat beragama merupakan interaksi di antara pemeluk agama yang sama, bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan penghayatan agama, serta meningkatkan kerukunan di antara sesama umat beragama", imbuh Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas Riduan.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas membuka acara, Kepala Subbag TU H. Husban katakan "dialog dapat membantu umat beragama untuk lebih mendalami ajaran agamanya dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, untuk menciptakan suasana yang lebih harmonis dan saling pengertian di antara sesama umat beragama", tukasnya. 

Diharapkan Kepala Subbag TU Kemenag Sambas "pertemuan ini dapat mengurangi potensi konflik dan perselisihan yang mungkin timbul akibat perbedaan pemahaman atau interpretasi ajaran agama, serta dapat membantu umat beragama untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan di antara mereka, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih toleran", tegasnya. 

Dibahas Narasumber DR. H. Arnadi Arkan Rektor Unissas "ikhtilafu ummati rahmah" (perbedaan di antara umatku adalah rahmat) adalah sebuah hadis yang sering digunakan untuk menjelaskan pentingnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan dalam Islam. Hadis ini menekankan bahwa perbedaan pendapat dan tindakan dalam hal-hal yang tidak esensial adalah bagian dari rahmat Allah SWT dan tidak seharusnya menjadi sumber pertikaian". 

Ditambahkannya "Jabariyah dan Qadariyah" adalah dua aliran pemikiran dalam Islam yang berbeda terkait dengan pemahaman tentang perbuatan manusia dan takdir. Jabariyah berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kebebasan dalam berkehendak, dan segala perbuatan manusia sudah ditentukan oleh Allah. Sementara Qadariyah berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan untuk berkehendak dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Materinya ditutup dengan memaparkan dalil "Rahmatan lil 'alamin" (rahmat bagi semesta alam) adalah konsep penting dalam Islam yang menekankan kasih sayang, kedamaian, dan kebaikan bagi semua makhluk hidup". Istilah ini terdapat dalam Al-Qur'an, khususnya dalam surah Al-Anbiya ayat 107. Konsep ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya ditujukan untuk umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia dan alam semesta.

Disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas H. Mahmud "perbedaan cara pandang  hal yang sangat biasa seraya memberikan apresiasi para ulama dan lembaga agama telah merawat kerukunan, juga mengajak untuk merajut perdamaian, membina persatuan umat, ditengah masyarakat plural", tegasnya.(AHD)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kepala KUA Sambas Ikuti Dialog Internal Umat Beragama"

Posting Komentar

Rapat Persiapan Pelantikan IPHI Kabupaten Sambas

Sambas (Kemenag Kalbar)---Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Teluk Keramat H. Ahadi, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris, mengikuti ke...