Kepala KUA Sambas Ikuti Harlah NU ke 102 di Istana Alwatzikhubillah
Sambas (Kemenag Sambas)---Harlah NU 102 PCNU Kab. Sambas pada hari Senin tanggal 17 Pebruari 2025 pukul 14.00 Wiba, dengan rangkaian kegiatan ziarah pada 3 lokasi yaitu 1. Makam ayah dan bunda Syaikh Ahmad Khatib Sambas Desa Lubuk Dagang, 2. Makam Sultan Muhammad Syafiudin II dan 3. Makam Pangeran Ratu H. Winata Kusuma di Desa Dalam Kaum Sambas., dipimpin guru Jayadi TQN.
Dilanjutkan agenda kedua tahlilan diikuti Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi bersama pengurus PCNU Kab. Sambas, Banom NU serta warga Istana Alwatzikhubillah Sambas, bakda sholat magrib dipimpin oleh Astaman, Tan Hemdi dan Dahri.
Peringatan Isra Mi'raj, agenda ke tiga Harlah NU ke 102 PCNU Kab. Sambas mengusung tema "bekerja bersama umat untuk Indonesia maslahat" tempat di Istana Alwatzikhubillah Sambas, penceramah oleh Ketua PWNU Kalbar KH. Syarif Rektor IAIN Pontianak.
Sebagai Ketua
Panitia Ahadi, bersama Waka Sabari, Sekretaris Sariman, Bendahara Halim, Seksi Acara Yayan dan Herion merasa bahagia dapat mencatat sejarah kegiatan harlah NU ke 102 PCNU Sambas diterima oleh Pangeran Ratu Muhammad Tarhan untuk diselenggarakannya di Istana Alwatzikhubillah Sambas.
Sudah menjadi tradisi warga Nahdliyyin Hari Lahir Nahdlatul Ulama kegiatan dirangkai dengan acara ziarah kubur, tahlilan, ungkap Ketua Tanfidziah PCNU Kab. Sambas KH. Nazaruddin, dilanjutkan dengan peringatan Isra Mi'raj.
Pangeran Ratu Muhammad Tarhan memaparkan sejarah singkat "kaing sarung, baju koko berdabal dan berkopiah merupakan budaya Sambas sejak tahun 1800-an", seraya mengajak untuk melestarikan adat budaya masyarakat Sambas diantaranya musyawarah mufakat, gotong royong, dan makan bersaprah, imbuhnya.
KH. Syarif dalam ceramahnya membahas "Budaya dalam beragama, budaya ajaran agama, budaya"rasa" merupakan pengalaman hati, rasa itu zat, karena ia amanah Allah" selain itu dikatakannya"jabatan, harta, dan gelar itu kesukaan dunia"
Sempat dikupas KH. Syarif Rektor IAIN Pontianak sejarah singkat pendiri NU Syekh Hasyim Asy'ari, berguru kepada Syekh Muhammad Kholil Albangkalan, pernah berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Alsambasy.(AHD)
0 Response to "Kepala KUA Sambas Ikuti Harlah NU ke 102 di Istana Alwatzikhubillah"
Posting Komentar