Sosialisasikan dan Launching Buku Saku Toga Berakting
Sambas (Kemenag Sambas) Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas Ahadi ikuti rapat menindaklanjuti Surat tanggal 07 Oktober 2024 Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung Proyek Perubahan PKN2 Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN berjudul "Tokoh Agama berkolaborasi atasi stunting" dimana Kalimantan Barat menjadi lokasi kegiatan dengan lokus utamanya salah satunya adalah Kabupaten Sambas, pada hari Kamis 10/10/2024 pukul 09.00 Wiba di aula Sayap kiri Kantor Bupati Sambas
Dihadiri Dinas Instansi terkait diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Sambas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kepala KUA se-Kabupaten Sambas, PKB (Subah, Sajingan Besar, Tebas, Sambas, Teluk Keramat, Jawai dan Pemangkat), Tokoh Lintas Agama (Islam, Khatolik, Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu), Kepala Desa, PKK, serta OPDKB Kabupaten Sambas.
Asisten Administrasi Umum Eko Susanto, S.K.M., M.Kes. Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas membuka secara resmi Proyek perubahan hari ini kita sosialisasikan dan launching buku saku toga berakting (tokoh agama berkolaborasi atasi stunting) sebagai upaya percepatan penurunan stunting Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Sambas Tahun 2024, imbuhnya.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sambas Mahmud menyampaikan "Peran Kementerian Agama dalam menurunkan stunting" memaparkan QS. An-nisa ayat 9 Artinya: "Hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." Tokoh Agama dapat berperan penting dalam mengatasi stunting karena mereka merupakan sumber informasi dan pendidik umat. Stunting merupakan masalah yang perlu diatasi karena dapat mengganggu potensi sumber daya manusia, kesehatan, dan bahkan kematian anak. Dampak stunting pada anak di antaranya adalah gangguan kecerdasan, rentan penyakit, dan berisiko terhadap tingkat produktivitas.
Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pintauli Romangasi Siregar, Implementasi Penggalangan Komitmen Bersama mitra kerja dalam percepatan penurunan stunting di Kalimantan Barat. Mandat Kepres 72 Tahun 2021 harus mencapai 14 % menjelaskan prevalensi standing (data SKI 2023) 21,5 Nasional 24,5% Kalbar Kondisi sekarang. Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024. Adapun cakupan elsimil kalimantan barat relatif rendah 30,62%, untuk itu TPK dapat memperoleh semua data pernikahan (islam non muslim), melakukan pendampingan seluruh catin, data pernikahan tercatat di elsimil, catin mengakses aplikasi elsimil secara mandiri, perbekalan training peningkatan keterpaparan bertugas mencatat pernikahan tentang elsimil penguatan kolaborasi, tujuannya meningkatkan cakupan calon pengantin yang telah menjalani proses skreaning dan menerima konseling pra nikah serta meningkatkan peran tokoh agama dalam memberikan informasi.
Selain itu Pintauli Romangasi Siregar memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah: Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, Memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, Memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sehat, Memantau tumbuh kembang anak, Menjaga kebersihan lingkungan Imunisasi rutin, Perilaku hidup bersih dan sehat, Menggunakan jamban sehat. Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan kader posyandu, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan masyarakat secara luas.(AHD)

0 Response to "Sosialisasikan dan Launching Buku Saku Toga Berakting"
Posting Komentar