Mempersiapkan Bekal Menjalankan Ibadah Haji
Sambas Kemenag --- Kepala KUA Revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi Tausiyah Haji pada acara walimatusafar tempat kediaman Calhaj Syahrani Lasimin Koromowongso Desa Kartiasa hari Jum'at 24/05/2024 pukul 07.30 Wiba yang dihadiri tamu undangan, sanak keluarga dan sahabat serta tetangga memenuhi majlis tarub yang menjadi kebanggaan masyarakat Sambas.
Jama'ah calon haji Kabupaten Sambas akan berangkat hari Minggu 26/05/2024 pukul 07.00 dilepas Bupati Sambas, berjumlah 323 dari Aula utama Kantor Bupati Sambas menggunakan bis damri menuju kota Pontianak akan diinapkan di Hotel Orchard, kemudian keesokan harinya diberangkatkan menuju Embarkasi Batam bergabung dalam kelompok terbang (kloter) 16 gelombang 2 penerbangan pertama Kalimantan Barat.
Dalam tausiyahnya H. Ahadi mengingatkan kepada para calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri mulai menanamkan niat dengan tulus karena Allah semata, sebagaimana tertuang dalam firman Allah surah Al-Baqarah ayat 196 artinya "sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah". Allah memerintahkan agar seorang Muslim bisa melaksanakan haji dan umroh dengan sempurna sesuai dengan rukun dan syaratnya karena Allah, agar mencapai haji yang mabrur.
Selain itu bekal yang paling mulia adalah taqwa Al-Baqarah 197 artinya "Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa". yang disebutkan dalam ayat tersebut merupakan sebaik-baik bekal haji, terdapat dua pendapat: Maksud dari takwa pada ayat ialah melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan. Sebab dengannya seseorang telah membawa bekal terbaik.Makna dari takwa pada ayat ialah sesuatu yang digunakan sebagai bekal untuk pelaksanaan ibadah haji agar tidak meminta-minta kepada orang lain selama pelaksanaan haji. (Nawawi Al-Bantani, Marah Labid, juz I, halaman 47).
Dalam makna kedua, yakni takwa yang memiliki arti bekal haji juga dijelaskan oleh Imam As-Suyuthi dalam tafsirnya. Ia menjelaskan bahwa maksud dari takwa pada ayat ialah sesuatu yang dijadikan bekal untuk perjalanan ibadah haji agar tidak meminta-minta kepada orang lain. Hal ini didukung dengan adanya riwayat yang menjelaskan bahwa ayat perintah membawa bekal tersebut turun untuk penduduk Yaman yang pergi melaksanakan haji tanpa membawa bekal sehingga menyusahkan orang lain. (As-Suyuthi, I/122).
Dari kedua makna tersebut Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas menyimpulkan, dalam pelaksanaan haji, kedua makna tersebut sangat penting dimiliki oleh seseorang yang melaksanakan ibadah haji. Baik bekal lahir berupa kesiapan bekal finansial, dan bekal batin yakni kesiapan diri melaksanakan perintah dan menjauhi larangan diperlukan dalam pelaksanaan ibadah haji.(AHD)

0 Response to "Mempersiapkan Bekal Menjalankan Ibadah Haji "
Posting Komentar