Walimatusafar Calon Jamaah Haji Sambas
Sambas Kemenag --- Kata sambutan mewakili jamaah calon haji Kecamatan Sambas, Sejangkung dan Sajad pada pagi hari ini ucapan terima kasih kepada para undangan dan mohon doa restu serta permohonan maaf kepada para undangan, keluarga yang hadir pada acara walimatussafar agar perjalanan dan urusan ibadah haji yang nanti akan kami lakukan diberikan kemudahan kelancaran keselamatan imbuhnya.
Acara walimatussafar yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Babul jannah Kabupaten Sambas Minggu 28/04/2024 pukul 08.00 Wiba, diikuti sejumlah 87 orang peserta calon jamaah haji terdiri dari Kecamatan Sambas 56 Orang, Kecamatan Sajad 4 Orang, dan Kecamatan sejangkung 2 Orang diikuti kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi sekaligus mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas
Mewakili Bupati Sambas H. Zainal Abidin memberikan kata sambutan menyampaikan permohonan maaf Bupati Sambas, memberikan motivasi dan semangat kepada calon jamaah haji untuk menjaga kesehatan, mensyukuri nikmat Allah, dipesankan agar tetap menjaga kekompakan, kebersamaan
Tausiyah Haji di Sampaikan H. Mubdi H. Ramli membahas bekal haji mabrur adalah taqwa, luruskan niat agar haji kita diterima oleh Allah, lakukan dengan sabar dan penuh keikhlasan mengharap ridho Allah subhanahu wa ta'ala, paling tidak ada empat bekal yang harus dipunyai jamaah calon haji yaitu: Pertama, bekal niat yang ikhlas. Niat ikhlas dan ketaqwaan tidak ada niat selain meraih ridha Allah, tidak tercampuri oleh riya’, sum’ah, berbangga diri atau kesombongan. “Untuk itu, haji harus dilaksanakan dengan tawadhu’, tenang dan khusyu’,” Kedua, bekal biaya yang halal, Allah adalah dzat yang thayyib dan tidak menerima kecuali yang thayyib. Menurutnya, bekal haji harus bersih dari hal-hal syubhat, apalagi haram; Ketiga, lanjutnya, melaksanakan rukun, wajib, sunnah haji, dan menghindari semua larangan. Oleh karenanya, setiap jamaah haji wajib memahami ilmu manasik. Sebab, kesuksesan sebuah amal bergantung terhadap ilmu; Bekal keempat, menjaga diri dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, khususnya rofats (kata kotor), fusuq (perbuatan kotor) dan jidal (berkelahi atau berdebat). Ia mendorong jemaah mengisi seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan banyak berdzikir.(AHD)

0 Response to "Walimatusafar Calon Jamaah Haji Sambas"
Posting Komentar