Halal Bihalal PCNU Kabupaten Sambas: Merajut Ukhuwah Islamiyah
Sambas Kemenag --- Halal bihalal keluarga besar pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sambas dengan tema "merajut ukhuwah islamiyah melalui halal bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sambas" Rabu 24 April 2024 bertepatan 15 Syawal 1445 H pukul 13.00 Wiba di Aula Bappeda Kabupaten Sambas diikuti Kepala KUA revitalisasi Kecamatan Sambas H. Ahadi sebagai wakil Tanfidziah PC NU Sambas sekaligus memimpin do'a.
Ketua Rois Syuriah KH. Drs. Mujahidin, M.Si mengajak untuk mengaplikasikan dan mengimplementasikan puasa Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, ditambahkan hari ini kita berhalal bihalal, saling membuka pintu maaf kembali fitri, diungkapkan secara amaliyah NU di Sambas berkembang secara kultural, memberikan pengaruh besar kepada masyarakat terhadap perjuangan para ulama Sambas dalam menanamkan pemahaman kepada umat, mengajak membesarkan NU serta selalu menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya Ketua Tanfidziah PC NU Sambas KH. Nazaruddin, S.Sos.I, M.Sos memberikan harapan mengembangkan dan membesarkan Nahdliyyin, melakukan perbaikan keagamaan (diniyah) sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh komponen, namun dalam gerakan kemasyarakatan dinilai belum optimal. Oleh karena itu, NU perlu memaksimalkan peran aktifnya dalam meningkatkan gerakan kemasyarakatan, imbuhnya.
Mewakili Bupati Sambas, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas Drs. H. Zainal Abidin, MM mengucapkan permohonan maaf Bupati Sambas, selanjutnya menyampaikan bahwa lembaga agama mempunyai peran membangun daerah ini, menjadikan negeri yang sejuk dan damai, tujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, sehat adalah bagian dari kebahagiaan tidak jauh kita dapatkan dengan cara mensyukuri nikmat yang Allah berikan, hadapi dunia dengan keceriaan, tuturnya.
Mengajak bersatu membangun Sambas, merawat peninggalan KH. Hasyim Asy'ari pendiri NU kata H. Mahmud Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, dalam tausiyahnya lebih jauh membahas tiga sifat manusia menurut Imam al-Ghazali, dalam kitab Bidâyatul Hidâyah menjelaskan bahwa ada tiga kategori golongan manusia, dilihat dari cara mereka bergaul dan bersosialisasi dengan sesama manusia, yaitu golongan pertama yang termasuk “Manzilatul kirâm al-bararah minal malâikah”, yakni golongan manusia sikapnya setara dengan golongan malaikat yang saleh.
Dalam golongan kedua manusia setara dengan hewan dan benda mati, karena keberadaannya tidak memberikan dampak dan manfaat bagi orang lain, tetapi malah memberikan madharat dan bahaya bagi orang lain, sedangkan golongan yang ketiga sama dengan golongan hewan-hewan buas, seperti ular, kalajengking, singa, harimau dan hewan-hewan berbahaya yang lain. Menurut penulis Ihyâ’ Ulûmiddin ini, manusia yang termasuk golongan ini menjadi momok bagi manusia lain. Tidak ada kebaikan yang bisa diharapkan, dampak bahayanya sangat dikhawatirkan.(AHD)

0 Response to "Halal Bihalal PCNU Kabupaten Sambas: Merajut Ukhuwah Islamiyah"
Posting Komentar